Tapan-Diguyur hujan sejak Senin (17/3/2008) sampai Selasa (18/3/2008) dinihari, Pesisir Selatan kembali dilanda banjir. Kali ini banjir merendam ratusan rumah penduduk di Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan. Selain itu banjir juga menghantam pagar sekolah sehingga menyebabkan kerugian Rp20 juta karena rusaknya pagar tersebut. Beberapa waktu lalu banjir telah menyebabkan kerugian materil milyaran rupiah karena rusaknya beberapa fasilitas umum dan pribadi di Pesisir Selatan.
Kepala Bagian (Kabag) Kesbang Linmas Sekretariat Kabupaten (Setkab) Pesisir Selatan Dailipal menyebutkan, air mulai menggenangi perumahan penduduk di Kecamatan itu pukul 05 Selasa (18/3) setelah diguyur hujan sejak Senin sore. Kedalaman air dilantai rumah masyarakat lebih sepinggang orang dewasa di Kampung Alangrambah Tapan.
Akibat banjir yang terjadi Selasa pagi, beberapa peralatan rumah tangga masyarakat mengalami kerusakan karena terendam air. Tidak ada korban jiwa dalam bencana itu. Air mulai menyusut dari rumah penduduk sekitar pukul 8.00 Selasa dan dinyatakan kering sekitar pukul 9.00 pagi itu. Di Pesisir Selatan akibat guyuran hujan Senin (17/3) sampai Selasa (18/3) banjir hanya menggenangi rumah penduduk di Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan di kampung Alangrambah. Banjir disebabkan oleh meluapnya aliran sungai Tapan.
Bupati Pesisir Selatan, H Nasrul Abit di Painan kemaren menyebutkan, Pesisir Selatan sangat rawan akan segala bencana. Baik gelombang pasang, abrasi ataupun banjir seperti yang terjadi Selasa (18/3). Kondisi itu diperparah oleh musim hujan yang terjadi saat ini. Setiap tahunnya kabupaten ini sepertinya tidak luput dari bencana banjir. Bahkan setiap saat akan bisa terjadi oleh kondisi alam yang mendukung untuk bencana itu. Dengan demikian masyarakat diimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan tentang ancaman bencana yang akan menyebabkan kerugian materi bahkan nyawa masyarakat sekalipun.
Di Pesisir Selatan terdapat banyak aliran sungai. Semuanya berpotensi menimbulkan banjir. Karena banyaknya terdapat kelokan-kelokan pada sungai yang selalu menimbulkan banjir pada setiap musim hujan. Mengantisipasi luapan sungai-sungai tersebut agar tidak menimbulkan banjir, maka sejak beberapa tahun belakangan pihaknya telah melakukan pelurusan (normalisasi) pada beberapa aliran sungai didaerah itu. Namun belum semuanya dapat terealisasi, dengan berbagai alasan seperti belum tersedianya biaya dari pemerintah dan belum adanya kesediaan masyarakat untuk memberikan tanah untuk pelurusan sungai tersebut.
Dengan kondisi atau daerah Pesisir Selatan yang rawan akan longsor dan memungkinkan bisa menghambat hubungan transportasi darat di daerah itu dimusim hujan yang terjadi saat ini, maka H Nasrul Abit mengimbau Dinas Kimpraswil setempat dan pihak terkait lainnya untuk selalu siaga atau siap dengan alat berat yang bila dibutuhkan jika longsoran tanah menimbun ruas jalan diwilayah itu. Ini mengantisipasi agar tidak terjadi terputusnya hubungan transpotasi darat yang sangat dibutuhkan masyarakat Pesisir Selatan. (yun/padangekspres)
Juli 23, 2008 pukul 4:33 am |
Saya harap Bapak Bupati bersama Tim SAR harus siap siaga dalam waktu 24 jam, karena daerah pesisir adalah rawan lonsor apa lagi waktu musim hujan