Pessel - Kepala Dinas Pendidikan Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar mengatakan temuan kunci jawaban ujian nasional (UN) di sejumlah ponsel siswa SMA 1 dan SMA 2 Painan, belum bisa dipercaya sebagai kunci jawaban UN 2009.
“Saya yakin sekali, temuan kunci jawaban ditangan siswa tadi bukan merupakan kunci soal UN. Bisa saja merupakan prediksi pembahasan soal-soal pra UN 2009, yang disebar oknum iseng serta tidak bertanggung jawab,”kata Kadisdik Pessel, Dian Wijaya, Selasa (21/4).
Ia menegaskan, bagi siswa yang mendapat sebaran kunci tersebut melalui SMS diminta supaya tidak terjebak ulah oknum iseng tadi.
“Percaya saja kepada kemampuan masing-masing, karena sangat tidak mungkin ada soal UN bisa bocor. Apalagi pengawasan sudah menggunakan protap super ketat aparat kepolisian setempat,”katanya.
Menurut Dian, motif dilakukan oknum iseng tersebut belum bisa diketahui.
“Yang pasti, bertujuan kurang baik serta merusak pelaksanaan UN di Pessel. Jadi, para siswa diminta supaya jangan terjebak,”katanya.
Data dihimpun dilapangan, kunci soal tadi mulai menyebar dari satu ponsel ke ponsel lain sejak 19 April 2009.
Anehnya, kunci tersebut mencakup seluruh jenis mata pelajaran di UN tingkat SMA.
Menyoal penyidikan temuan dilakukan polisi, Kadisdik menyatakan sangat mendukung.
“Kita berharap, polisi dapat mengusut tuntas kasus temuan ini dan oknum yang punya niat tidak baik terhadap dunia pendidikan Pessel bisa diketahui,”katanya.
Sebelumnya, jajaran Polres Pessel menemukan kunci soal UN di ponsel sejumlah siswa di SMA 1 dan SMA 2 Painan saat melakukan monitoring pada Senin (20/4) pagi.
Tak pelak, siswa yang kepergok punya kunci soal dimintai keterangan. Ponselnya pun untuk sementara disita sebagai barang bukti.
Data disdik Pessel, total peserta UN tingkat sekolah lanjutan atas berjumlah 5.640 siswa. Di antaranya, SMA 4.165 siswa, MA 628 siswa dan SMK 847 siswa. (*/dilansir dari antara-sumbar.com Selasa, 21/04/2009 20:00 WIB)